Melestarikan Terumbu Karang dalam Upaya Pelestarian Laut

Melestarikan Terumbu Karang dalam Upaya Pelestarian Laut

Melestarikan Terumbu Karang dalam Upaya Pelestarian Laut – Indonesia merupakan negara dengan julukan negara maritim, itu artinya negara tersebut memiliki perairan yang sangat luas. Dengan banyaknya lautan yang ada di Indonesia menjadikan negara tersebut juga memiliki banyak sekali terumbu karang. Keanekaragaman terumbu karang yang ada dilautan tentu perlu untuk dilestarikan agar biota laut yang hidup bergantung pada terumbu karang tidak terancam. Terumbu karang secara sekilas terlihat seperti batu, akan tetapi terumbu karang memiliki ciri seperti makhluk hidup seperti bernafas dan membutuhkan nutrisi. Dalam klasifikasi makhluk hidup terumbu karang masuk pada ordo scleractinia. Terumbu karang merupakan hewan invertebrata yang hidup menempel di dasar laut dan dapat menghasilkan kalsium karbonat.

Ekosistem terumbu karang dapat hidup apabila berada pada suhu 230 – 250 dan tidak ada terumbu karang yang dapat hidup pada suhu kurang dari 180 C. Namun demikian ada terumbu karang yang dapat hidup pada suhu 360 – 400 C. Seperti makhluk hidup pada umumnya terumbu karang juga membutuhkan cahaya matahari untuk melangsungkan hidup. Karang akan tumbuh optimal pada kedalaman 25 meter. Tumbuhnya terumbu karang juga tergantung pada arus yang dibawa oleh laut. Jika laut membawa arus yang mengandung nutrien dan zooxanthellae maka akan berguna bagi karang, namun jika arus membawa limbah, sampah, dan sedimen serta racun maka hal ini dapat menghambat pertumbuhan
karang. Sedimen yang terbawa oleh arus dapat menghambat pertumbuhan terumbu karang. Hal ini dapat terjadi karena sedimen tersebut dapat menghambat badan dari terumbu karang sehingga cahaya matahari tidak dapat sampai pada badan karang dan fotosintesis terganggu.

Pentingnya ekosistem terumbu karang untuk menjaga kelestarian laut, maka perlu adanya upaya untuk menjaga kelestarian terumbu karang tersebut. Menjaga kebersihan sungai dan pesisir pantai merupakan salah satu cara untuk menjaga ekosistem terumbu karang tetap lestari. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah di sungai. Sampah yang dibuang di sungai semakin lama akan terbawa arus dan mengalir sampai ke muara laut. Sampah yang ada di laut semisal mengendap dan menutupi terumbu karang, maka dapat
menghambat cahaya matahari mengenai karang dan menghambat forosintesis serta selanjutnya karang akan mati.

Melestarikan Terumbu Karang dalam Upaya Pelestarian Laut

elain itu dengan mencegah terjadinya erosi, mungkin dengan menanam tanaman bakau juga merupakan salah satu upaya pelestaria karang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa sedimen dapat menghambat pertumbuhan karang. Menangkap ikan tanpa merusak karang yang ada juga dapat dilakukan. Penangkapan ikan dengan bom dapat merusak terumbu karang sehingga sebaiknya menangkap ikan dengan memancing. Kelestarian terumbu karang perlu kita jaga dengan berbagai cara tersebut karena terumbu karang merupakan tempat hidup biota laut sehingga jika terumbu karang mati semua biota laut juga akan punah.