Konservasi Penyu di Pulau Hawai


Konservasi penyu di Pulau Hawai berpusat di pulau kedua terbesar dari kepulauan tersebut, yakni Pulau Maui. Konservasi ini bertujuan untuk melindungi laut dan segala macam hewan laut di sepanjang garis pantai. Surga bawah laut Maui yang sangat indah dan warna-warni merupakan rumah bagi banyak biota laut yang luar biasa, terutama banyaknya spesies terumbu karang. Banyak hewan laut yang memenuhi perairan Hawai, berhubung kondisi alamnya yang sangat mendukung untuk tumbuh kembang anak-anak dari berbagai macam hewan laut tersebut.

Sebuah kelompok ilmuwan berpengalaman mendirikan proyek untuk menjaga dan merekonstruksi kehidupan terumbu karang yang berada di bawah laut yang berfungsi sebagai pertahanan alami terhadap ombak laut Pasifik. Oleh karena itu, terumbu karang merupakan makhluk hidup yang sangat penting di Hawai. Terpisah dari seluruh wilayah konservasi terumbu karang, sekelompok ilmuwan ini juga berfokus pada perlindungan hidup penyu laut. Keistimewaan sejarah hidup hewan ini menggambarkan bagaimana hubungan ekosistem di atas laut dan di bawah laut. Meskipun penyu laut menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di bawah perairan laut, mereka sangat bergantung juga pada daratan untuk kelangsungan hidupnya, salah satunya proses reproduksi.

Kelangsungan konservasi ini bergantung juga kepada para relawan yang berkontribusi di kawasan konservasi penyu Pulau Hawai. Sebagai seorang relawan yang berkontribusi di sini, kamu akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan dari petualangan melindungi kehidupan penyu laut langka di surga laut Pulau Hawai yakni Maui. Ketika baru sampai di Pulau Maui sebagai relawan, kamu akan mendapatkan proses orientasi terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan.

Konservasi Penyu di Pulau Hawai

Aktivitas relawan meliputi pendampingan bersama tim peneliti sejak waktu pertama tiba di kawasan konservasi Pulau Maui. Pulau ini merupakan tempat bersarang bagi penyu yang paling penting. Relawan akan mengenal tugas-tugas yang berkaitan dengan proyek perlindungan penyu dan diberikan tugas serta dilatih mengumpulkan data menggunakan metode yang diajarkan. Data-data tersebut dikumpulkan jika ada terumbu karang yang rusak, spesies ikan yang sakit, meneliti terumbu karang. Berbagai data ini kemudian digunakan untuk rekonstruksi hidup terumbu karang dan mencegah hal-hal yang bisa merusak kesehatan terumbu karang. Sarang penyu laut juga diperiksa secara berkala oleh tim peneliti. Dalam sehari, para relawan bersama anggota tim akan mencari jejak sarang penyu.

Demi menjamin perlindungan yang lebih baik di tepi pantai yang dijadikan tempat bersarang, lubang-lubang sarang dihitung dan berbagai kerusakan dihitung. Dua hal yang disoroti dalam setahun adalah ketika para penyu bertelur hingga telurnya menetas. Kedua proses ini biasanya terjadi pada malam hari, oleh karena itu biasanya para relawan bersama tim peneliti akan bermalam di pantai untuk memantau proses tersebut.